Matriks Risiko 5×5 & HIRADC Interaktif
Susun register risiko HIRADC dengan matriks 5×5 yang benar-benar bisa diklik: pilih kemungkinan × keparahan, lihat skor 1–25 beserta kategorinya, tambahkan beberapa baris bahaya sekaligus, tetapkan hierarki pengendalian (eliminasi → APD), lalu bandingkan risiko awal vs risiko sisa. Rekap per kategori, register siap cetak A4, dan ekspor CSV dihitung langsung di browser Anda.
Matriks risiko 5×5 mengubah dua pertimbangan profesional menjadi satu angka yang bisa dibandingkan: seberapa mungkin kejadian itu terjadi (kemungkinan, 1–5) dan seberapa berat akibatnya (keparahan, 1–5). Skor = kemungkinan × keparahan, sehingga rentangnya 1 sampai 25. Angka skor itu dipetakan ke kategori Rendah (1–4), Sedang (5–9), Tinggi (10–16), atau Ekstrem (17–25), dan tiap kategori menuntut tindakan yang berbeda. Setelah pengendalian ditetapkan menurut hierarki (eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, APD), penilaian diulang untuk memperoleh risiko sisa — di situlah terlihat apakah pengendalian benar-benar menurunkan risiko atau hanya menambah dokumen.
- L = kemungkinan terjadinya kejadian, skala 1 (sangat jarang) sampai 5 (hampir pasti)
- C = keparahan akibat, skala 1 (tidak signifikan) sampai 5 (fatality / multi-korban)
- Skor = hasil kali L × C, rentang 1–25
- Risiko sisa = L dan C setelah pengendalian terpasang; memakai ambang kategori yang sama
- Efektivitas = persentase penurunan skor; negatif berarti risiko sisa justru lebih tinggi
- Batas kategori = konvensi alat ini (1–4/5–9/10–16/17–25), dapat disesuaikan dengan matriks perusahaan
Satu baris = satu bahaya/aktivitas. Skor dihitung otomatis dari kemungkinan × keparahan. Baris yang ditandai H1/H2/… adalah baris aktif — klik sel matriks untuk mengisinya.
| Kemungkinan ↓ | Keparahan / dampak → | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 1 · Ringan | 2 · Minor | 3 · Sedang | 4 · Berat | 5 · Fatal | |
Klik sel untuk menetapkan kemungkinan × keparahan pada baris aktif.
| Kategori | Rentang skor | Tindakan |
|---|---|---|
| Rendah | 1 – 4 | Dapat diterima; pertahankan pengendalian dan pantau rutin. |
| Sedang | 5 – 9 | SOP kerja aman, APD standar, tinjau pada siklus evaluasi berikutnya. |
| Tinggi | 10 – 16 | Mitigasi segera, izin kerja khusus (PTW), evaluasi ulang ≤ 1 bulan. |
| Ekstrem | 17 – 25 | Hentikan pekerjaan sampai pengendalian terpasang dan disetujui. |
Angka 4/9/16 adalah konvensi alat ini, bukan angka yang ditetapkan ISO 31000:2018 atau ISO 45001:2018. Bila matriks risiko perusahaan Anda memakai ambang lain (mis. 1–6 / 8–12 / 15–25), gunakan tabel itu sebagai acuan resmi dan perlakukan hasil di sini sebagai pembanding.
—
📊 Rekap per Kategori & Register Risiko
Rekap menghitung berapa banyak hazard yang jatuh di tiap kategori, sedangkan register menampilkan rantai penilaian lengkap: L × C → kategori → hierarki pengendalian → skor sisa → efektivitas.
| Kategori (rentang skor) | Jumlah | Porsi | Hazard |
|---|
| No | Bahaya / aktivitas | L × C | Skor | Kategori | Hierarki | Rencana pengendalian | Risiko sisa | Efektivitas |
|---|
📐 Tabel Referensi: Skor Lengkap Matriks Risiko 5×5
Seluruh 25 kombinasi kemungkinan × keparahan beserta kategorinya. Tabel ini statis (untuk pembaca dan mesin pencari) dan angkanya identik dengan mesin yang menghitung panel di atas.
| Kemungkinan ↓ / Keparahan → | 1 · Ringan | 2 · Minor | 3 · Sedang | 4 · Berat | 5 · Fatal |
|---|---|---|---|---|---|
| 5 · Hampir pasti | 5 Sedang | 10 Tinggi | 15 Tinggi | 20 Ekstrem | 25 Ekstrem |
| 4 · Sering | 4 Rendah | 8 Sedang | 12 Tinggi | 16 Tinggi | 20 Ekstrem |
| 3 · Mungkin | 3 Rendah | 6 Sedang | 9 Sedang | 12 Tinggi | 15 Tinggi |
| 2 · Jarang | 2 Rendah | 4 Rendah | 6 Sedang | 8 Sedang | 10 Tinggi |
| 1 · Sangat jarang | 1 Rendah | 2 Rendah | 3 Rendah | 4 Rendah | 5 Sedang |
Perhatikan konsekuensi penting dari skala perkalian: kemungkinan 5 × keparahan 1 = 5 (Sedang) setara dengan kemungkinan 1 × keparahan 5 (juga 5). Padahal secara etika K3 keduanya tidak setara — kejadian fatal yang jarang biasanya lebih diprioritaskan daripada cedera ringan yang sering. Karena itu banyak organisasi menambahkan aturan tambahan: keparahan 5 selalu naik minimal ke kategori Tinggi, atau matriks diberi overlay yang menandai sel fatality-potential. Nyatakan aturan itu eksplisit bila Anda memakainya.
Satu lagi yang sering luput: karena skor adalah hasil kali dua bilangan 1–5, nilai yang benar-benar bisa muncul hanya 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 12, 15, 16, 20, dan 25. Artinya kategori Ekstrem (17–25) dalam praktik hanya tercapai pada skor 20 dan 25 — skor 17, 18, 19, 21–24 tidak pernah muncul dari perkalian L × C.
📊 Kategori, Tindakan, dan Tenggat Tindak Lanjut
| Kategori | Rentang skor | Tindakan | Tenggat tindak lanjut (praktik) |
|---|---|---|---|
| Rendah (Low) | 1 – 4 | Dapat diterima; pertahankan pengendalian yang ada, pantau melalui inspeksi rutin. | Tinjau tahunan |
| Sedang (Medium) | 5 – 9 | SOP kerja aman, APD standar, briefing harian; pengendalian tambahan bila biaya wajar. | Tinjau 6 bulan |
| Tinggi (High) | 10 – 16 | Mitigasi terjadwal, izin kerja khusus (PTW), pengawasan langsung supervisor. | Mitigasi ≤ 1 bulan |
| Ekstrem (Extreme) | 17 – 25 | Hentikan pekerjaan (stop work), pengendalian segera, eskalasi ke manajemen puncak. | Sebelum pekerjaan dimulai |
Kolom tenggat adalah praktik yang lazim, bukan angka yang ditetapkan peraturan. Yang diwajibkan regulasi adalah adanya proses penilaian risiko dan peninjauan ulang — bukan interval tertentu.
🏗️ Hierarki Pengendalian & Contoh Penerapannya
Urutan hierarki bukan formalitas: pengendalian di atas selalu lebih andal daripada di bawahnya karena tidak bergantung pada kepatuhan manusia setiap menit. APD tetap wajib, tetapi menempati lapisan terakhir.
| Hierarki | Contoh penerapan | Keterbatasan |
|---|---|---|
| 1. Eliminasi | Menghentikan pekerjaan di ketinggian dengan memindahkan proses ke lantai dasar; menghapus bahan kimia berbahaya dari proses. | Sering menuntut perubahan desain/proses dan biaya awal besar. |
| 2. Substitusi | Mengganti pelarut toksik dengan pelarut berbasis air; mengganti jarum konvensional dengan safety engineered needle. | Bahan pengganti bisa memiliki bahaya lain yang belum dinilai. |
| 3. Rekayasa teknik | Guardrail & toe-board, ventilasi lokal (LEV), interlock mesin, pagar pengaman, sistem transfer tertutup. | Perlu perawatan; kontrol bisa dilepas atau dinonaktifkan. |
| 4. Administratif | SOP, izin kerja (PTW), pelatihan, rotasi kerja, rambu, inspeksi, toolbox meeting. | Sangat bergantung pada kepatuhan dan kualitas pengawasan. |
| 5. APD | Helm, full body harness, respirator, face shield, sarung tangan nitril, earplug. | Perlindungan terbatas; salah pakai atau tidak nyaman → sering dilepas. |
📉 Contoh Perhitungan Risiko Sisa & Efektivitas
| Skenario | Awal (L × C) | Sisa (L × C) | Efektivitas | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Perancah tanpa harness → guardrail + harness 100% tie-off | 20 (4 × 5) | 2 (1 × 2) | 90% | Turun dari Ekstrem ke Rendah; pekerjaan boleh berjalan dengan pengawasan. |
| Transfer asam manual → sistem tertutup + eye-wash | 12 (3 × 4) | 2 (1 × 2) | 83,3% | Dari Tinggi ke Rendah. |
| Forklift di lorong ramai → jalur terpisah + cermin cembung | 16 (4 × 4) | 2 (1 × 2) | 87,5% | Dari Tinggi ke Rendah. |
| Hanya menambah rambu tanpa pengendalian teknik | 16 (4 × 4) | 12 (3 × 4) | 25% | Masih Tinggi — rambu saja tidak cukup menurunkan risiko. |
| Pengendalian tidak diisi (kosong) | 9 (3 × 3) | — | — | Alat menandai register belum lengkap. |
⚖️ Kaidah Penerapan & Batas Interpretasi
Matriks risiko adalah alat bantu keputusan, bukan pengganti penilaian kompeten. Kaidah berikut menjaga agar angkanya tidak berubah menjadi pseudosains.
| Kaidah | Isi | Bila dilanggar |
|---|---|---|
| Identifikasi bahaya mendahului penilaian | ISO 45001:2018 klausul 6.1.2 menempatkan identifikasi bahaya dan penilaian risiko sebagai satu proses; bahaya yang tidak teridentifikasi tidak akan pernah dinilai. | Register terlihat rapi tetapi lubang bahaya tetap ada — kondisi paling berbahaya karena memberi rasa aman palsu. |
| Skala harus didefinisikan | Setiap angka 1–5 perlu kriteria tertulis (mis. C3 = hilang hari kerja; C5 = fatality). Tanpa itu, dua penilai akan memberi angka berbeda untuk bahaya yang sama. | Skor tidak dapat dibandingkan antar area/waktu, sehingga prioritas anggaran K3 menjadi acak. |
| Perkalian menyembunyikan fatality | Skor 5 bisa berarti (5 × 1) atau (1 × 5). Banyak organisasi menambahkan aturan “potensi fatality minimal Tinggi”. | Bahaya fatal berfrekuensi rendah tergeser oleh cedera ringan yang sering, padahal konsekuensinya jauh berbeda. |
| Risiko sisa harus realistis | Pengendalian yang diklaim harus sudah terpasang, diuji, dan dirawat — bukan rencana di atas kertas. | Efektivitas 90% hanya angka; risiko sebenarnya tetap di skor awal. |
| Peninjauan berkala | ISO 45001 menuntut penilaian diperbarui saat ada perubahan proses, alat, bahan, personel, atau setelah insiden/near-miss. | Register menjadi dokumen arsip yang tidak lagi mencerminkan kondisi lapangan. |
| Batas alat ini | Alat menghitung aritmetika skor dan merekap kategori. Ia tidak menilai kecukupan pengendalian, tidak menggantikan audit lapangan, dan tidak menerbitkan sertifikasi apa pun. | Keputusan K3 diambil berdasarkan angka kalkulator tanpa verifikasi lapangan. |
1. Skor awal = L × C (masing-masing 1–5)
2. Kategori = peta skor → Rendah / Sedang / Tinggi / Ekstrem
3. Skor sisa = L sisa × C sisa
4. Efektivitas = (skor awal − skor sisa) ÷ skor awal × 100%
5. Rekap = jumlah hazard per kategori + porsi %
ISO 31000:2018 — prinsip & pedoman manajemen risiko (risiko = efek ketidakpastian pada sasaran; matriks adalah salah satu teknik penilaian). ISO 45001:2018 klausul 6.1.2 — identifikasi bahaya dan penilaian risiko K3. PP No. 50 Tahun 2012 — penerapan SMK3 (identifikasi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko sebagai bagian perencanaan). UU No. 1 Tahun 1970 — kewajiban pengurus menyelenggarakan syarat K3 di tempat kerja. Alat ini tidak mengutip angka ambang dari peraturan mana pun karena ambang 4/9/16 adalah konvensi praktik.
📖 Cara Menggunakan Menyusun Register Risiko dengan Matriks 5×5
Tuliskan aktivitas/kondisi yang berpotensi menimbulkan cedera atau kerugian. Satu baris untuk satu bahaya agar penilaian tidak tercampur.
Gunakan kriteria skala yang tertulis. Anda bisa memilih dari dropdown atau langsung klik sel matriks 5×5 pada baris yang aktif.
Skor 17–25 (Ekstrem) berarti pekerjaan dihentikan sampai pengendalian terpasang; 10–16 (Tinggi) menuntut mitigasi terjadwal dan izin kerja khusus.
Utamakan eliminasi/substitusi/rekayasa sebelum administratif dan APD, lalu tuliskan tindakan konkret beserta penanggung jawabnya di lapangan.
Isi L dan C setelah pengendalian, periksa efektivitasnya, kemudian cetak lembar A4, unduh CSV, atau bagikan tautan register kepada tim K3.
💡 Tips Membaca Hasil Matriks Risiko
Tanya Jawab Matriks Risiko 5×5, HIRADC & Risiko Sisa (FAQ)
🔗 Coba Juga Tools Lain
Tools ini cocok dipadukan dengan kalkulator lainnya:
Analisis keselamatan per langkah tugas (JSA) 🏗️ Evaluator Hierarki Pengendalian
Uji apakah pengendalian Anda sudah di lapisan terkuat 📊 LTIFR, TRIR & DART Rate
Statistik frekuensi insiden setelah kejadian 📉 Severity Rate K3
Hari hilang per 1 juta jam kerja ✅ Checklist Inspeksi K3
Verifikasi pengendalian di lapangan 🧯 Kalkulator Kebutuhan APAR
Hitung kebutuhan tabung pemadam
Diskusi Penggunaan Matriks Risiko 5×5 & HIRADC Interaktif
Ada pertanyaan seputar rumus perhitungan, dasar regulasi, kendala teknis, atau saran pengembangan alat ini? Tuliskan diskusi Anda di bawah.