Kalkulator BEP & Margin of Safety 2026
Hitung titik impas dalam unit dan rupiah, margin kontribusi, target laba, dan Margin of Safety — dengan perlakuan PPh Final UMKM yang benar (diukur dari omzet, bukan laba). Dilengkapi grafik CVP, analisis sensitivitas volume, dan laporan A4.
Break-Even Point adalah volume penjualan yang membuat laba nol: seluruh biaya tetap tertutup oleh margin kontribusi. Margin kontribusi per unit = harga jual − biaya variabel per unit, sehingga BEP unit = biaya tetap ÷ margin kontribusi dan BEP rupiah = biaya tetap ÷ rasio margin kontribusi. Bila tarif PPh Final UMKM dikenakan atas omzet, margin kontribusi harus dikurangi pajak per unit terlebih dahulu — kalau tidak, BEP akan terlalu rendah dan target laba meleset.
🧮 Titik Impas
PROFITABLE🔎 Audit Trail Perhitungan BEP ▾
| Perubahan Volume | Unit | Omzet | Laba Bersih | MoS | Status |
|---|
Sensitivitas volume ±20% dengan harga, biaya variabel, biaya tetap, dan tarif pajak tetap.
- Sudah di atas BEP. Laba Rp 6.546.000 dengan bantalan penjualan 35,3%.
- Pajak Final UMKM dihitung dari omzet, bukan laba.
| Klasifikasi Biaya | Contoh | Perilaku terhadap Volume | Pengaruh ke BEP |
|---|---|---|---|
| Biaya tetap | Sewa, gaji pokok, penyusutan, langganan | Tetap per bulan | Naik → BEP naik |
| Biaya variabel | Bahan baku, kemasan, komisi, ongkir | Proporsional per unit | Naik → margin turun → BEP naik |
| Biaya semivariabel | Listrik produksi, lembur, internet berbasis pemakaian | Sebagian tetap, sebagian variabel | Pisahkan komponennya |
| Pajak omzet | PPh Final UMKM 0,5% | Proporsional terhadap omzet | Menurunkan CM efektif |
| Margin of Safety | Interpretasi | Tindakan |
|---|---|---|
| < 0% | Di bawah BEP — rugi | Naikkan volume/harga atau pangkas biaya tetap |
| 0–10% | Sangat rentan | Siapkan rencana kontinjensi, kunci kontrak berulang |
| 10–20% | Tipis | Perbaiki bauran produk dan efisiensi bahan |
| 20–35% | Sehat | Pertahankan, investasikan pada pertumbuhan |
| > 35% | Sangat kuat | Ekspansi kapasitas / pasar baru |
| Contoh Kafe (FC Rp 12 jt) | Nilai | Arti |
|---|---|---|
| Harga / VC per unit | Rp 28.000 / Rp 11.000 | CM sebelum pajak Rp 17.000 |
| CM setelah PPh 0,5% | Rp 16.860 | Pajak Rp 140 per unit |
| BEP unit | 712 unit | ± 24 cup/hari (30 hari) |
| Volume 1.100 unit | Laba Rp 6,55 jt | MoS 35,3% |
| Target laba Rp 5 jt | 1.009 unit | ± 34 cup/hari |
🧮 1. BEP & Margin
CM pajak = harga × (1 − tarif) − VC
BEP unit = biaya tetap ÷ CM pajak
BEP omzet = BEP unit × harga
CM ratio = CM ÷ harga
Selalu gunakan CM setelah pajak omzet agar BEP tidak terlalu optimistis.
🛡️ 2. MoS & Target
Target unit = (FC + target laba) ÷ CM pajak
Target omzet = target unit × harga
DOL = total CM ÷ laba operasi
MoS mengukur bantalan; DOL mengukur sensitivitas laba terhadap perubahan penjualan.
🔍 3. Sensitivitas
Uji volume −20%, −10%, +10%, +20%
Uji harga +5% → CM +5% × harga
Uji VC −5% → CM +5% × VC
Perubahan kecil pada harga dan biaya variabel biasanya berdampak lebih besar daripada perubahan volume.
Tanya Jawab Break-Even Point, Margin of Safety & Pajak Omzet
Margin kontribusi (CM) = harga jual − biaya variabel per unit, lalu BEP unit = biaya tetap ÷ CM. BEP rupiah = biaya tetap ÷ CM ratio, dengan CM ratio = CM ÷ harga jual. Contoh: biaya tetap Rp 12 juta, harga Rp 28.000, biaya variabel Rp 11.000 → CM Rp 17.000, BEP = 706 unit atau sekitar Rp 19,8 juta omzet.harga × (1 − tarif) − biaya variabel. Mengabaikan pajak membuat BEP terlalu rendah dan target laba bersih tidak tercapai meski penjualan sesuai rencana.Target unit = (biaya tetap + target laba) ÷ CM setelah pajak. Contoh: biaya tetap Rp 12 juta, target laba Rp 5 juta, CM setelah pajak Rp 16.860 → target = 1.009 unit. Bila target dinyatakan sebagai persentase omzet, ubah dulu ke rupiah, lalu bagi dengan CM ratio.DOL = total margin kontribusi ÷ laba operasi. DOL 2,83× berarti setiap kenaikan penjualan 1% menaikkan laba sekitar 2,83% — dan sebaliknya saat penjualan turun. DOL tinggi terjadi bila biaya tetap dominan; itu menguntungkan saat pasar tumbuh, tetapi berbahaya saat permintaan melemah.CM tertimbang = Σ (porsi penjualan produk × CM produk), lalu BEP total = biaya tetap ÷ CM tertimbang. Kalkulator ini menganalisis satu produk; untuk multi-produk, hitung CM tertimbang terlebih dahulu atau jalankan alat ini per produk lalu agregasikan.📖 Cara Menggunakan Cara Menghitung BEP Usaha Anda
Masukkan hanya biaya yang benar-benar tetap per bulan ke kolom biaya tetap; bahan baku, kemasan, dan komisi masuk biaya variabel per unit.
Gunakan harga setelah diskon rata-rata, dan volume berdasarkan data penjualan aktual — bukan proyeksi optimistis.
Untuk UMKM, gunakan PPh Final 0,5% dari omzet (PP 55/2022). Untuk analisis murni, pilih tanpa pajak.
Bandingkan volume aktual dengan BEP, periksa MoS, lalu cetak laporan A4/CSV untuk rapat anggaran.
💡 Cara Menurunkan Titik Impas
📚 Panduan Terkait & Referensi Studi Kasus
Kajian teknis & implementasi lapangan🔗 Coba Juga Tools Lain
Tools ini cocok dipadukan dengan kalkulator lainnya:
Hitung margin & markup harga jual 💹 NPV, IRR & Payback
Kelayakan investasi & arus kas ⚙️ OEE & Six Big Losses
Efektivitas mesin & hidden capacity ⏱️ Takt Time & Line Balancing
Kapasitas lini vs demand 📦 Safety Stock & ROP
Stok pengaman & titik pesan ulang 🧾 PPh 21 TER
Potongan pajak penghasilan karyawan
🔗 Alat Terkait yang Mungkin Anda Butuhkan
🐛 Ada Masukan?
Tool ini dikembangkan sendiri. Laporkan bug atau usulkan fitur — semua masukan dibaca!
❤️ Dukung & Bagikan
Jika tools ini bermanfaat, bantu lebih banyak orang menemukannya ya 😊
Diskusi Penggunaan Kalkulator BEP & Margin of Safety
Ada pertanyaan seputar struktur biaya, margin kontribusi, pajak omzet, atau target laba? Tuliskan diskusi Anda di bawah.