Kalkulator Beban Kerja Fisik (SNI 7269:2009)
Evaluasi fisiologis tingkat pengeluaran energi dan kebutuhan kalori kerja tenaga kerja. Mengklasifikasikan beban kerja ke dalam kategori Ringan, Sedang, Berat, atau Sangat Berat serta merekomendasikan siklus kerja-istirahat ideal sesuai Permenaker No. 05/2018.
๐ฎ๐ฉ SNI 7269:2009 Compliance
โก 4 Preset Aktivitas Kerja
โ๏ธ Formula BMR + Postur + Aktivitas
โฑ๏ธ Siklus Kerja & Istirahat
๐ 100% Privat & Client-Side
๐ก Kategori Beban Kerja SNI 7269:2009: Ringan (< 200 kkal/jam), Sedang (200 โ 350 kkal/jam), Berat (350 โ 500 kkal/jam), Sangat Berat (> 500 kkal/jam). Pengeluaran energi dihitung dari BMR + Kalori Postur + Kalori Anggota Tubuh yang Bekerja.
1. Profil Tenaga Kerja & Metabolisme Basal
2. Postur Tubuh & Bagian yang Bergerak
๐ Hasil Evaluasi Beban Kerja
BEBAN SEDANG (200-350 KKAL)Total Pengeluaran Energi
211 kkal
Beban Kerja Sedang (SNI 7269:2009)
Siklus Istirahat:
15 Menit
per Jam Kerja
Total Kalori Harian (8 Jam)
1.688 kkal
Energi Kerja per Shift
Kebutuhan Hidrasi Air Minum
2,5 Liter
Cegah Dehidrasi Kerja
โก Distribusi Pengeluaran Energi (BMR vs Postur vs Gerak)
Tanya Jawab Seputar Penilaian Beban Kerja Fisik & Kalori Kerja
Penilaian beban kerja fisik mengacu pada SNI 7269:2009 (Penilaian beban kerja menurut tingkat kebutuhan kalori kerja berdasarkan pengeluaran energi) dan Permenaker No. 05 Tahun 2018 Lampiran I yang membagi beban kerja ke dalam kategori Ringan, Sedang, dan Berat.
โข Beban Kerja Ringan: Kebutuhan kalori
โข Beban Kerja Sedang: Kebutuhan kalori
โข Beban Kerja Berat: Kebutuhan kalori
โข Beban Kerja Sangat Berat: Kebutuhan kalori
< 200 kkal/jam.โข Beban Kerja Sedang: Kebutuhan kalori
200 โ 350 kkal/jam.โข Beban Kerja Berat: Kebutuhan kalori
350 โ 500 kkal/jam.โข Beban Kerja Sangat Berat: Kebutuhan kalori
> 500 kkal/jam.Total Energi (kkal/jam) = Metabolisme Basal (BMR) + Kalori Postur Tubuh + Kalori Gerakan KerjaBMR diperhitungkan dari berat badan (1 kkal/kg/jam untuk pria dan 0,9 kkal/kg/jam untuk wanita).
Untuk menentukan rasio siklus kerja dan istirahat (Work-Rest Cycle) yang seimbang, mencegah kelelahan berlebih (fatigue), menghindari dehidrasi pada lingkungan panas (ISBB), serta menurunkan angka kecelakaan kerja akibat penurunan konsentrasi.
Ya, dokumen hasil perhitungan kalori kerja ini merupakan bukti kepatuhan pemantauan faktor ergonomi dan fisiologi kerja sesuai Permenaker No. 05/2018 Pasal 23 dan siap dicetak format A4.
๐ Cara Menggunakan Cara Menghitung Beban Kerja Fisik
1
1. Masukkan Profil Pekerja & Berat Badan
Pilih jenis kelamin dan berat badan untuk menghitung angka metabolisme basal (BMR).
2
2. Tentukan Postur Tubuh & Gerakan
Pilih postur kerja (duduk, berdiri, membungkuk, berjalan) dan intensitas gerakan anggota tubuh.
3
3. Tinjau Kategori Beban & Istirahat
Amati klasifikasi beban (Ringan, Sedang, Berat) dan rekomendasi alokasi waktu istirahat per jam.
4
4. Cetak Lembar Asesmen A4
Ekspor formulir evaluasi fisiologi kerja format A4 untuk melengkapi dokumen audit K3 Permenaker 05/2018.
๐ก Pengendalian Beban Kerja Fisik
โฑ๏ธ Terapkan Rotasi Kerja Terjadwal
Lakukan rotasi operator setiap 2 jam pada tugas dengan beban kalori >350 kkal/jam untuk mencegah kelelahan otot.
๐ง Sediakan Air Minum di Dekat Lini
Sediakan stasiun air minum berjarak maksimal 15 meter dari stasiun kerja untuk menjaga kecukupan hidrasi.
๐ช Sediakan Kursi Ergonomis
Gunakan bangku semi-duduk (sit-stand chair) bagi operator yang berdiri terus menerus untuk memotong kalori postur 50%.
๐ Coba Juga Tools Lain
Tools ini cocok dipadukan dengan kalkulator lainnya:
๐ Alat Terkait yang Mungkin Anda Butuhkan
๐ Kalkulator Kartu Kanban & Ukuran Lot Produksi (Lean JIT)
๐งช Kalkulator Nilai Ambang Batas Kimia (TLV-TWA & STEL) โ Permenaker No. 05/2018
โ
Generator Checklist Inspeksi K3
๐ Template JSA (Job Safety Analysis) Interaktif โ Isi & Unduh PDF Standar OSHA
๐ฅ Kalkulator Audit & Penilaian Mandiri SMK3 (PP No. 50/2012)
๐งช Generator Lembar Data Keselamatan (MSDS / LDK GHS 16 Bagian)
๐ Terakhir diperbarui: 17 Agustus 2026 ยท Dibuat oleh dwik.web.id ยท Syarat & Ketentuan