Kalkulator OEE & Six Big Losses 2026

Ukur Overall Equipment Effectiveness dari tiga pilar TPM — Availability, Performance, Quality — lalu pecah kehilangannya menjadi enam kerugian besar dalam menit dan unit. Dilengkapi TEEP, perhitungan hidden capacity menuju OEE 85%, rekomendasi perbaikan terarah, dan laporan A4.

🏭 TPM & Lean Manufacturing 🏆 Benchmark World Class 85% 📉 Six Big Losses & TEEP 🔒 100% Client-Side
💡 Ringkasan Inti Perhitungan OEE (TPM / Nakajima)
📜 Standar TPM & Lean

OEE mengalikan tiga rasio yang dihitung dari waktu dan output: Availability = run time ÷ planned production time, Performance = (total output × ideal cycle) ÷ run time, dan Quality = good units ÷ total output. Nilai OEE menunjukkan porsi waktu terencana yang benar-benar menjadi produk bagus; sisanya adalah kerugian availability (breakdown + setup), performance (minor stop + reduced speed), dan quality (reject + startup scrap). Benchmark kelas dunia adalah 85%, dengan A ≥ 90%, P ≥ 95%, dan Q ≥ 99,9%.

Rumus OEE A × P × Q
World Class ≥ 85% (A 90 · P 95 · Q 99,9)
Planned Stop Bukan kerugian — keluar dari PPT
Availability Loss Breakdown + Setup
Performance Loss Minor stop + reduced speed
TEEP OEE × (PPT ÷ waktu kalender)
⚡ Skenario Cepat (1-Klik Simulasi): Stamping Otomotif · OEE 84,9%
💾 Workspace Lokal: Parameter tersimpan privat di peramban
1 Lini Produksi & Waktu Terencana
Availability
Planned stop = istirahat, briefing, atau tidak ada order. Bukan kerugian OEE dan dikeluarkan dari penyebut availability.
2 Downtime: Breakdown & Setup
Loss 1–2
Breakdown (kerusakan) dan setup (ganti model/cetakan) dipisah agar program SMED dan preventive maintenance bisa diukur terpisah.
Rumus: PPT = shift − planned stop · Run time = PPT − breakdown − setup · Availability = run time ÷ PPT. Availability loss = breakdown + setup.
TPM
3 Kecepatan & Mutu Output
Performance & Quality
18 unit
Performance = (total output × ideal cycle) ÷ run time. Quality = good units ÷ total output. Ideal cycle adalah waktu tercepat desain mesin, bukan rata-rata aktual.
4 Kalender Produksi (TEEP)
Opsional
1 hari = 1.440 menit · 1 minggu = 10.080 menit. TEEP = OEE × (PPT ÷ waktu kalender), menunjukkan pemanfaatan aset terhadap waktu yang tersedia.

⚙️ Skor OEE

BAIK
Overall Equipment Effectiveness
84,9%
382,2 menit fully productive dari 450 menit PPT
Hidden Capacity ke 85%
1 unit
potensi tambahan bila OEE 85%
Availability ⏱️
90,0%
✅ ≥ target 90%
Performance 🚀
96,3%
✅ ≥ target 95%
Quality ✨
98,0%
Gap 1,9% ke target 99,9%
TEEP 📅
26,5%
Loading 31,3% dari 1.440 menit kalender
Pilar Bottleneck (kerugian terbesar) Availability Loss · 45 mnt
TPM
Alokasi Waktu PPT PPT 450 menit
85%
10%
Fully productive 84,9% Availability 10,0% Performance 3,3% Quality 1,7%
OEE 70–85% — di atas rata-rata industri, masih ada 0,1% menuju kelas dunia.
🔎 Audit Trail Perhitungan OEE & Losses ▾
📉 Rincian Six Big Losses (dalam menit PPT)
Total loss = PPT − fully productive
Kategori Loss Enam Kerugian Besar (TPM) Menit % PPT Setara Unit

Setara unit = menit kerugian × 60 ÷ ideal cycle time. Minor stop dan reduced speed belum terpisah karena keduanya memakai data produksi yang sama.

Rekomendasi Perbaikan
  • Prioritas: availability loss. Terapkan autonomous maintenance, analisis MTBF/MTTR, dan pangkas setup dengan SMED.
  • Availability 90,0% masih di ambang target: breakdown dan setup adalah sumber kehilangan waktu terbesar.
Dwi Kurniawan, S.E.
Dwi Kurniawan, S.E. ✓ Verified Author & Developer
Industrial Technologist & Praktisi K3 · Pengembang Dwik.web.id

💡 Cerita di Balik Pembuatan Alat Ini

OEE sering dilaporkan sebagai satu angka di dashboard, lalu diperdebatkan: ada yang bilang 72%, ada yang bilang 81% — karena definisi planned stop, setup, dan ideal cycle time berbeda di setiap laporan. Tanpa definisi yang sama, OEE berhenti menjadi alat diagnosis dan berubah menjadi pajangan.

🎯 Misi: Menutup celah itu dengan definisi waktu yang eksplisit: PPT, run time, breakdown, setup, ideal cycle, dan output bagus. Hasilnya bukan hanya skor, tetapi peta kerugian dalam menit dan unit — supaya prioritas perbaikan bisa dibuktikan, bukan dirasakan.

Klasifikasi OEE Rentang Makna Operasional Prioritas Tindakan
World Class≥ 85%Setara praktik TPM terbaikStabilisasi, cegah regresi, replikasi ke lini lain
Baik70–84,9%Di atas rata-rata industriKejar gap ke 85% dari loss terbesar
Cukup50–69,9%Setara rata-rata pabrik konvensionalProgram terarah: SMED, autonomous maintenance, 8D
Kritis< 50%Lebih dari separuh waktu terencana hilangPemulihan fundamental: breakdown, setup, reject
Pilar Benchmark Six Big Losses Contoh Aksi
Availability≥ 90%1. Breakdown · 2. Setup & adjustmentPreventive maintenance, spare part kritis, SMED
Performance≥ 95%3. Idling & minor stop · 4. Reduced speedStandar kerja, sensor, line balancing, audit kecepatan
Quality≥ 99,9%5. Process defect · 6. Startup/yield lossPoka-yoke, SPC, 8D, reduksi startup scrap
Contoh (PPT 450 menit, cycle 60 detik) Menit Setara Unit Hilang Dampak ke OEE
Breakdown 30 menit3030 unit−6,7 poin
Setup 15 menit1515 unit−3,3 poin
Minor stop + speed loss 20 menit2020 unit−4,4 poin
Reject 20 unit2020 unit−4,4 poin

Konversi menit ke unit memakai ideal cycle time; angkanya menunjukkan berapa output yang bisa direbut bila kerugian tersebut dihilangkan.

🧮 1. Tiga Pilar OEE

PPT = shift − planned stop
Run = PPT − breakdown − setup
A = Run ÷ PPT
P = (output × ideal cycle) ÷ Run
Q = good ÷ output
OEE = A × P × Q

OEE juga sama dengan fully productive time ÷ PPT — cara cepat memverifikasi hasil.

📅 2. TEEP & Loading

Loading = PPT ÷ waktu kalender
TEEP = OEE × Loading
contoh: OEE 85% × loading 31,3%
= TEEP 26,6%

TEEP rendah dengan OEE tinggi berarti mesin efektif saat jalan, tetapi asetnya kurang dimanfaatkan secara kalender.

💡 3. Hidden Capacity

unit @85% = (0,85 × PPT × 60) ÷ cycle
hidden = unit @85% − good units
contoh: (0,85 × 450 × 60) ÷ 60
= 382 unit → hidden 134 unit

Angka ini adalah jawaban paling kuat saat manajemen mengajukan pembelian mesin baru: kapasitas tersembunyi sering lebih besar dari kapasitas yang dibeli.

Tanya Jawab OEE, Six Big Losses, TEEP & Benchmark TPM

OEE = Availability × Performance × Quality, dihitung berurutan dari waktu: (1) PPT = waktu shift − planned stop; (2) Run time = PPT − breakdown − setup; (3) Availability = Run time ÷ PPT; (4) Performance = (total output × ideal cycle) ÷ Run time; (5) Quality = good units ÷ total output. Ketiga rasio dikalikan menghasilkan OEE, yang setara dengan fully productive time ÷ PPT.
Benchmark TPM kelas dunia adalah OEE ≥ 85% dengan rincian Availability ≥ 90%, Performance ≥ 95%, dan Quality ≥ 99,9%. Pabrik konvensional umumnya berada di kisaran 55–65%, sehingga 20–30 poin pertama perbaikan biasanya datang dari downtime dan minor stop, bukan dari pembelian mesin baru.
Planned stop (istirahat, briefing, tidak ada order, pemeliharaan terjadwal) dikeluarkan dari planned production time dan bukan kerugian OEE. Downtime adalah berhenti tak terencana saat produksi seharusnya berjalan — breakdown dan setup/changeover — dan dihitung sebagai availability loss. Mencampur keduanya membuat OEE terlihat lebih buruk atau lebih baik daripada kenyataan.
Performance di atas 100% menandakan data tidak konsisten: ideal cycle time terlalu besar (bukan waktu tercepat desain), total output salah input, atau run time terlalu kecil. Kalkulator menampilkan peringatan validasi dan membatasi Performance pada 100% agar OEE tidak melebihi 100%. Perbaiki ideal cycle time dari spesifikasi mesin, bukan dari rata-rata aktual.
Availability: (1) equipment failure/breakdown, (2) setup & adjustment. Performance: (3) idling & minor stop, (4) reduced speed. Quality: (5) process defects/reject, (6) reduced yield/startup scrap. Kalkulator memisahkan breakdown dan setup sebagai input terpisah, sehingga loss availability dapat dipecah dan program SMED maupun preventive maintenance bisa diukur dampaknya.
OEE mengukur efektivitas terhadap waktu produksi terencana; TEEP (Total Effective Equipment Performance) mengukur terhadap waktu kalender: TEEP = OEE × (PPT ÷ waktu kalender). Mesin dengan OEE 90% tetapi hanya dijadwalkan satu shift memiliki TEEP sekitar 30% — artinya masih ada kapasitas besar yang tidak dipakai, dan keputusan investasi mesin baru harus mempertimbangkan angka ini.
Hitung hidden capacity: unit pada OEE 85% = (0,85 × PPT × 60) ÷ ideal cycle, lalu kurangi output bagus aktual. Contoh: PPT 450 menit dan ideal cycle 60 detik menghasilkan kapasitas teoretis 382 unit pada OEE 85%; bila output bagus baru 249 unit, ada sekitar 134 unit yang bisa direbut lewat perbaikan downtime, setup, dan reject.
Tidak secara langsung. OEE sangat dipengaruhi kompleksitas produk, jumlah changeover, umur mesin, dan definisi ideal cycle time. Gunakan OEE sebagai tren internal dan alat priorisasi loss, bukan sebagai liga antar pabrik. Yang bisa dibandingkan adalah struktur loss (berapa persen availability, performance, quality) dan kecepatan perbaikan dari waktu ke waktu.

📖 Cara Menggunakan Cara Menghitung OEE Lini Produksi

1
1. Tetapkan Waktu Shift & Planned Stop

Planned stop (istirahat, briefing) dikeluarkan dari PPT. Jangan masukkan waktu tidak ada order sebagai downtime.

2
2. Pisahkan Breakdown & Setup

Dua jenis downtime ini punya program perbaikan berbeda: preventive maintenance vs SMED. Memisahkannya membuat dampak program terukur.

3
3. Masukkan Ideal Cycle & Output

Gunakan cycle time tercepat sesuai desain mesin, lalu isi total output dan good units. Reject dihitung otomatis.

4
4. Baca Loss, TEEP & Hidden Capacity

Lihat pilar terlemah, kerugian dalam menit/unit, lalu cetak laporan A4 atau CSV untuk rapat produksi.

💡 Cara Menaikkan OEE Tanpa Beli Mesin

🔧 Mulai dari Loss Terbesar Perbaikan kecil pada loss 45 menit berdampak lebih besar daripada proyek besar pada loss 5 menit. Urutkan berdasarkan menit, bukan asumsi.
⏱️ SMED untuk Setup Pisahkan aktivitas internal/external, gunakan quick clamp, dan standardisasi checklist changeover. Setup 60 → 15 menit langsung menambah 45 menit produksi.
🛠️ Autonomous Maintenance Operator melakukan cleaning, inspection, dan lubrication harian. Kebanyakan breakdown dimulai dari abnormalitas kecil yang tidak tercatat.
📊 Ukur Minor Stop, Jangan Hanya Durasi Catat frekuensi minor stop per shift; 20 stop × 1 menit sama merugikannya dengan satu breakdown 20 menit, tetapi penyebab dan solusinya berbeda.
🎯 Jangan Kejar OEE 100% Target 100% mendorong manipulasi data (cycle time dilonggarkan, reject dipindah). Gunakan 85% sebagai benchmark dan fokus pada tren serta struktur loss.

🔗 Coba Juga Tools Lain

Tools ini cocok dipadukan dengan kalkulator lainnya:

🔧 MTBF, MTTR & Availability
Keandalan mesin & downtime
📈 Six Sigma Cp/Cpk
Kapabilitas proses & DPMO
⏱️ Takt Time & Line Balancing
Kecepatan lini vs permintaan
📦 Safety Stock & ROP
Stok pengaman spare part kritis
🔄 Kartu Kanban
Jumlah kanban beredar & buffer
📊 Break-Even Point
Titik impas biaya produksi

🔗 Alat Terkait yang Mungkin Anda Butuhkan

📦 Kalkulator Stok Akhir & Rekap Mutasi Persediaan Gudang 🏭 Kalkulator Utilisasi Gudang 🧊 Kalkulator Biaya Kecelakaan Kerja ⚙️ Kalkulator Total Dynamic Head (TDH) & Daya Pompa Air ⏱️ Kalkulator Lead Time & Value Stream Mapping (VSM) 🛠️ Kalkulator MTBF, MTTR & Availability

🐛 Ada Masukan?

Tool ini dikembangkan sendiri. Laporkan bug atau usulkan fitur — semua masukan dibaca!

❤️ Dukung & Bagikan

Jika tools ini bermanfaat, bantu lebih banyak orang menemukannya ya 😊

☕ Traktir Dwi Secangkir Kopi Dukunganmu membantu tools ini tetap gratis dan terus berkembang.
Bagikan ke:
𝕏 f in 💬
Tanya Jawab & Diskusi Teknis

Diskusi Penggunaan Kalkulator OEE & Six Big Losses

Ada pertanyaan seputar definisi planned stop, ideal cycle time, TEEP, atau cara menurunkan loss? Tuliskan diskusi Anda di bawah.

Hemat kuota & memori — komentar dimuat hanya saat Anda inginkan.
Terakhir diperbarui: 18 Oktober 2026 · Dibuat oleh dwik.web.id · Syarat & Ketentuan Dibuat menggunakan https://dwik.web.id/alat/oee-calc/ pada 02 November 2026, 19:52 WIB

🔖 Daftar Bacaan