🧠

Kalkulator Beban Kerja Mental NASA-TLX

Ukur tingkat beban kerja mental, stres kognitif, dan risiko kelelahan operator menggunakan instrumen baku NASA Task Load Index (NASA-TLX). Hitung pembobotan 6 dimensi dan Weighted Workload Score (WWL) secara akurat.

πŸš€ Standar NASA Ames Research ⚑ 4 Preset Profesi Berisiko 🧠 6 Dimensi Kognitif πŸ•ΈοΈ Visual Radar Chart Canvas πŸ”’ 100% Privat & Client-Side
πŸ’‘ Kaidah NASA-TLX: Beban kerja mental subjektif dihitung dari 6 dimensi: Mental (MD), Fisik (PD), Waktu (TD), Performa (OP), Usaha (EF), dan Frustrasi (FR). Skor $> 80$ menandakan Overload Kritis yang memicu human error dan insiden fatal.

1. Identitas Responden & Tugas Kerja

2. Penilaian Skala 6 Dimensi (Rating 0 - 100)

🧠 1. Kebutuhan Mental (Mental Demand - MD) 90
Berapa banyak aktivitas berpikir, memutuskan, mengingat, dan menghitung?
πŸƒ 2. Kebutuhan Fisik (Physical Demand - PD) 30
Berapa banyak tenaga fisik, menarik, mendorong, atau menggerakkan tubuh?
⏱️ 3. Kebutuhan Waktu (Temporal Demand - TD) 85
Seberapa besar tekanan waktu dan kecepatan ritme tugas yang dirasakan?
🎯 4. Performa Sendiri (Own Performance - OP) 80
Seberapa berhasil target tercapai? (Skala: 0 = Sempurna, 100 = Gagal)
πŸ’ͺ 5. Tingkat Usaha (Effort - EF) 90
Seberapa keras Anda harus mencurahkan upaya mental/fisik?
😀 6. Tingkat Frustrasi (Frustration Level - FR) 65
Seberapa jengkel, stres, cemas, atau tertekan yang Anda rasakan?

πŸ“Š Hasil Evaluasi NASA-TLX

OVERLOAD TINGGI
Weighted Workload Score (WWL)
82.3 / 100
Status: πŸ”΄ Beban Kerja Sangat Tinggi (Overload)
Stressor Utama:
Mental Demand
dimensi paling dominan
Skor Rata-rata (Raw TLX)
73.3 / 100
unweighted score
Rekomendasi Ergonomi
Rotasi Shift Cepat
cegah kelelahan kognitif
πŸ•ΈοΈ Profil Beban Kerja Multidimensi (Radar Chart)
Dwi Kurniawan
Dwi Kurniawan βœ“ Verified Author & Developer
Industrial Technologist & Praktisi K3 Β· Pengembang Dwik.web.id

πŸ’‘ Cerita di Balik Pembuatan Alat Ini

Dalam investigasi kecelakaan industri dan transportasi modern, mayoritas kegagalan operasional tidak disebabkan oleh kelelahan fisik, melainkan kelebihan beban kognitif (Cognitive Overload) yang melumpuhkan kemampuan pengambilan keputusan operator.

🎯 Misi Ergonomi Kognitif: Mengukur beban kerja mental secara ilmiah sangat krusial untuk mencegah kelelahan fatal. Alat ini dikembangkan berdasarkan metode NASA Task Load Index resmi agar praktisi K3, ergonom, dan psikolog industri dapat mengkuantifikasi stres kerja dan menentukan rotasi shift yang manusiawi.

Tanya Jawab Seputar Beban Kerja Mental NASA-TLX

NASA-TLX adalah metode evaluasi ergonomi kognitif yang dikembangkan oleh NASA Ames Research Center untuk mengukur beban kerja mental subjektif seseorang saat menyelesaikan suatu tugas melalui 6 indikator multidimensi.
1. Mental Demand (MD): Kebutuhan aktivitas berpikir, mengingat, dan konsentrasi.
2. Physical Demand (PD): Kebutuhan tenaga fisik dan gerakan tubuh.
3. Temporal Demand (TD): Tekanan waktu dan kecepatan ritme kerja.
4. Performance (OP): Tingkat kepuasan atas hasil kerja yang dicapai.
5. Effort (EF): Besarnya curahan daya upaya mental & fisik.
6. Frustration Level (FR): Tingkat stres, kejengkelan, dan tekanan emosional.
Responden membandingkan 15 kombinasi pasangan dari 6 dimensi untuk memilih dimensi mana yang paling dominan menyumbang beban kerja. Jumlah pilihan (tally) menjadi bobot pengali (0 sampai 5) dengan total bobot tetap 15.
β€’ Skor 0 - 29: Beban Kerja Rendah (Low)
β€’ Skor 30 - 49: Beban Kerja Sedang (Moderate)
β€’ Skor 50 - 79: Beban Kerja Tinggi (High β€” Wajib Evaluasi Istirahat)
β€’ Skor 80 - 100: Beban Kerja Sangat Tinggi (Overload β€” Risiko Human Error & Kecelakaan Sangat Kritis).
Operator ruang kendali (Control Room Operator), Pengatur Lalu Lintas Udara (Air Traffic Controller / ATC), Pengemudi/Masinis, Tenaga Medis Ruang ICU/Bedah, Petugas Pemadam Kebakaran, dan Programmer/Analis Sistem.

πŸ“– Cara Menggunakan Cara Mengukur Beban Kerja Mental NASA-TLX

1
1. Masukkan Identitas Tugas

Isi nama operator dan deskripsi tugas operasional yang dinilai.

2
2. Geser Nilai 6 Dimensi (0-100)

Beri rating pada Kebutuhan Mental, Fisik, Waktu, Performa, Usaha, dan Frustrasi.

3
3. Tinjau Skor WWL & Radar Chart

Evaluasi Weighted Workload Score dan identifikasi faktor pemicu stres terbesar.

4
4. Cetak Laporan Ergonomi A4

Ekspor dokumen analisis beban mental untuk rekomendasi rotasi shift dan perbaikan SOP.

πŸ’‘ Rekomendasi Ergonomi Kognitif Mengatasi Mental Overload

πŸ”„ Rotasi Tugas Maksimal 2 Jam Pada tugas berkonsentrasi tinggi (seperti ATC/DCS), jadwalkan rotasi operator setiap 90-120 menit.
πŸ”• Kurangi Distraksi Alarm Rasionalkan alarm sistem kendali (Alarm Rationalization) agar operator tidak mengalami kejenuhan alarm (Alarm Fatigue).
🧘 Sediakan Ruang Pemulihan Sediakan ruang tenang bebas bising untuk pemulihan kognitif operator saat jeda istirahat shift.

πŸ”— Coba Juga Tools Lain

Tools ini cocok dipadukan dengan kalkulator lainnya:

πŸ“ˆ Kalkulator Produktivitas
Efisiensi output per man-hour
🎯 Matriks Risiko HIRADC
Penilaian risiko bahaya kerja

πŸ”— Alat Terkait yang Mungkin Anda Butuhkan

⚠️ Generator Surat Peringatan K3 & Disiplin Kerja (SP1, SP2, SP3) πŸ”§ Simulasi Tryout Sertifikasi Ahli K3 Umum (CBT) πŸ”₯ Matriks Risiko 5Γ—5 πŸ“‹ Generator CSMS & Evaluasi K3 Kontraktor (Prakualifikasi Tender) 🧊 Kalkulator Biaya Kecelakaan Kerja & Safety ROI β€” Teori Gunung Es K3 πŸ“‹ Kalkulator Kartu Kanban & Ukuran Lot Produksi (Lean JIT)
πŸ• Terakhir diperbarui: 17 Agustus 2026 Β· Dibuat oleh dwik.web.id Β· Syarat & Ketentuan

πŸ”– Daftar Bacaan