Kalkulator Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)
Konversi konsentrasi hasil uji laboratorium udara ambien menjadi nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) resmi Indonesia. Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) No. 14 Tahun 2020.
🇮🇩 PermenLHK No. 14/2020 Compliance
⚡ 4 Preset Wilayah Ambien
📊 Speedometer Gauge Canvas
⚠️ Critical Pollutant Identifier
🔒 100% Privat & Client-Side
💡 Metode Penentuan ISPU Akhir: Berdasarkan PermenLHK No. 14/2020, nilai ISPU suatu lokasi ditentukan oleh parameter yang memiliki nilai indeks tertinggi (Parameter Kritis / Critical Pollutant).
1. Parameter Partikulat Debu Halus
Partikel halus pernapasan (< 2.5 µm)
Debu inhalable (< 10 µm)
2. Parameter Gas Pencemar Kimia
Emisi pembakaran batubara/solar
Emisi gas buang kendaraan (8 jam)
Gas buang mesin & aktivitas industri
Reaksi fotokimia sinar matahari
📊 Status Mutu Udara Ambien
SEDANG (MODERATE)Nilai ISPU Maksimum
87
Kategori Sedang · Dapat Diterima
Pencemar Kritis:
PM2.5
Critical Pollutant
ISPU PM2.5
87
Partikel Halus
ISPU PM10
58
Debu Ambien
🌫️ Speedometer Skala ISPU (PermenLHK No. 14/2020)
🛡️ Rekomendasi Kesehatan: Kualitas udara masih dapat diterima, kelompok sangat sensitif disarankan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan terlalu lama.
Tanya Jawab Seputar Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) adalah angka tanpa satuan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu di Indonesia, diatur resmi melalui PermenLHK No. 14 Tahun 2020. AQI US-EPA menggunakan skala yang mirip, namun ISPU Indonesia mengintegrasikan standar baku mutu lingkungan lokal untuk 7 parameter pencemar (PM2.5, PM10, SO2, CO, O3, NO2, HC).
• 0–50 (Baik - Hijau): Kualitas udara sangat baik, tidak berefek negatif bagi kesehatan.
• 51–100 (Sedang - Biru): Kualitas udara masih dapat diterima bagi manusia.
• 101–200 (Tidak Sehat - Kuning): Merugikan kesehatan manusia atau kelompok sensitif (asma, anak-anak, lansia).
• 201–300 (Sangat Tidak Sehat - Merah): Meningkatkan risiko iritasi paru-paru dan gangguan kardiovaskular.
• >300 (Berbahaya - Hitam/Ungu): Kualitas udara berbahaya serius bagi seluruh populasi.
• 51–100 (Sedang - Biru): Kualitas udara masih dapat diterima bagi manusia.
• 101–200 (Tidak Sehat - Kuning): Merugikan kesehatan manusia atau kelompok sensitif (asma, anak-anak, lansia).
• 201–300 (Sangat Tidak Sehat - Merah): Meningkatkan risiko iritasi paru-paru dan gangguan kardiovaskular.
• >300 (Berbahaya - Hitam/Ungu): Kualitas udara berbahaya serius bagi seluruh populasi.
ISPU dihitung menggunakan rumus interpolasi linier:
Di mana Xx adalah konsentrasi hasil pengukuran (µg/m³), Xa/Xb batas konsentrasi tabel, dan Ia/Ib batas indeks ISPU.
I = [(Ia - Ib) / (Xa - Xb)] × (Xx - Xb) + IbDi mana Xx adalah konsentrasi hasil pengukuran (µg/m³), Xa/Xb batas konsentrasi tabel, dan Ia/Ib batas indeks ISPU.
Nilai ISPU akhir suatu lokasi ditentukan oleh nilai ISPU tertinggi (Critical Pollutant) di antara seluruh parameter yang diuji pada waktu tersebut.
Ya, metode interpolasi linier alat ini 100% patuh pada Lampiran PermenLHK No. 14/2020 dan siap dicetak format A4 untuk lampiran laporan RKL-RPL / AMDAL industri.
📖 Cara Menggunakan Cara Menghitung Nilai ISPU
1
1. Masukkan Hasil Uji Konsentrasi
Input angka hasil pengukuran laboratorium untuk partikulat PM2.5, PM10, SO2, CO, NO2, dan O3 dalam satuan µg/m³.
2
2. Tinjau Interpolasi & Pencemar Kritis
Amati otomatisasi perhitungan matematis sesuai tabel Lampiran PermenLHK No. 14/2020.
3
3. Amati Speedometer Kategori Udara
Lihat status warna kualitas udara (Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, Berbahaya).
4
4. Cetak Lembar Laporan A4
Ekspor dokumen evaluasi mutu udara resmi format A4 untuk lampiran laporan RKL-RPL / AMDAL industri.
💡 Langkah Proteksi Polusi Udara
😷 Gunakan Masker Standar N95
Saat ISPU >100 (Kuning), gunakan masker respirator partikulat N95/KN95 untuk menyaring debu PM2.5 mikro.
🏠 Tutup Ventilasi Saat Jam Puncak
Tutup jendela dan nyalakan filter HEPA pada jam sibuk lalu lintas pagi dan sore hari.
🌳 Perbanyak Tanaman Penyerap Polutan
Tanam tanaman lidah mertua (Sansevieria) dan pohon peneduh di sekeliling pabrik untuk mereduksi debu debu PM10.
🔗 Coba Juga Tools Lain
Tools ini cocok dipadukan dengan kalkulator lainnya:
🔗 Alat Terkait yang Mungkin Anda Butuhkan
🔧 Kalkulator HIRADC Interaktif: Hitung Tingkat Risiko K3 Otomatis + Download PDF
⚙️ Kalkulator Line Balancing & Keseimbangan Lini Produksi
📊 Risk Matrix / Register
🏗️ Kalkulator Safety Factor & Beban Aman Rigging (Lifting Plan)
📂 Repositori Regulasi & UU K3 Indonesia
📝 Generator Izin Kerja Berbahaya (Permit-to-Work / PTW K3)
🕐 Terakhir diperbarui: 17 Agustus 2026 · Dibuat oleh dwik.web.id · Syarat & Ketentuan