Kalkulator Burnout K3 & Skala Maslach MBI

Instrumen skrining faktor psikososial kerja berbasis Maslach Burnout Inventory (MBI) dan standar yuridis Permenaker No. 5 Tahun 2018. Ukur tingkat Kelelahan Emosional (EE), Depersonalisasi/Sinisme (DP), dan Efikasi Diri (PA) untuk mencegah sindrom kelelahan akut, penurunan mutu kerja, serta risiko insiden di tempat kerja.

πŸ“‹ Maslach MBI-GS Standard βš–οΈ Permenaker 05/2018 Pasal 23-24 πŸ•ΈοΈ Radar Spider-Chart SVG πŸ›‘οΈ Hierarki CAPA K3 πŸ”’ 100% Client-Side Privacy
Preset Kasus Nyata:

πŸ”₯ Subskala 1: Kelelahan Emosional (Emotional Exhaustion - EE)

Beban Kerja & Pengurasan Energi

❄️ Subskala 2: Depersonalisasi & Sinisme (Depersonalization - DP)

Jarak Emosional & Sikap Sinis

⭐ Subskala 3: Pencapaian Pribadi & Efikasi Diri (Personal Accomplishment - PA)

*Skor Rendah = Risiko Burnout Tinggi

Diagnostik Indeks Burnout MBI-9

0%
Indeks Burnout
🟒 Rendah (Terkendali)

Kondisi psikososial berada dalam zona aman. Beban kerja seimbang dengan tingkat pencapaian pribadi yang memadai.

Peta Dimensi Psikososial (Spider Radar Chart)

Rincian Subskala Maslach

πŸ”₯ Kelelahan Emosional (EE) 0 / 18 (0%)

Tingkat keletihan fisik & emosional saat ini masih dalam batas normal.

❄️ Depersonalisasi & Sinisme (DP) 0 / 18 (0%)

Empati dan keterikatan positif terhadap pekerjaan masih terjaga baik.

⭐ Pencapaian Pribadi (PA) 0 / 18 (0%)

*Skor tinggi melindungi pekerja dari dampak deplesi burnout.

πŸ“Œ Landasan Hukum Permenaker No. 5/2018 (Pasal 23 & 24):
Hasil ini merupakan instrumen surveilans K3 preventif. Apabila hasil pengukuran menunjukkan kategori Tinggi atau Kritis, pengurus tempat kerja diwajibkan melakukan intervensi ergonomi kognitif dan evaluasi beban kerja secara formal.

πŸ›‘οΈ Rencana Tindakan Korektif & Preventif (CAPA) Sesuai Hierarki K3

Rekomendasi taktis berbasis Permenaker No. 5/2018 untuk menurunkan faktor risiko psikososial di tempat kerja:

1. Eliminasi
Hapuskan Jam Kerja & Lembur Ekstrem

Batasi total lembur maksimal 4 jam per hari atau 18 jam per minggu sesuai UU Cipta Kerja No. 6/2023. Eliminasi target pekerjaan ganda yang saling bertolak belakang (role conflict) dan batalkan penugasan tanpa mandat jelas.

2. Rekayasa Organisasi
Redistribusi Beban & Ergonomi Kognitif (Right to Disconnect)

Ratakan kapasitas kerja melalui sistem manajemen tugas (Kanban/Sprint). Terapkan protokol Right to Disconnect (larangan mengirimkan pesan/tuntutan kerja di luar jam dinas normal untuk menjamin siklus pemulihan tidur).

3. Pengendalian Administratif
Rotasi Shift Kerja & Hak Cuti Pemulihan Terjadwal

Terapkan rotasi shift maju (pagi → siang → malam) dengan jeda istirahat minimal 24 jam antar siklus shift malam. Wajibkan penggunaan hak cuti tahunan dan adakan briefing psikologis harian sebelum mulai kerja.

4. Intervensi Personal & Kuratif
Konseling EAP (Employee Assistance Program) & Medis Okupasi

Sediakan akses konseling psikologis kerja profesional yang dirahasiakan (EAP). Rujuk pekerja dengan skor kelelahan kritis ke Dokter Spesialis Okupasi (Sp.Ok) untuk penanganan pemulihan klinis terarah.

Dasar Ilmiah & Formula Perhitungan Maslach Burnout Inventory (MBI)

Sindrom burnout pertama kali dikonseptualisasikan secara empiris oleh psikolog Christina Maslach dan Susan Jackson (1981). Berbeda dari sekadar kelelahan fisik temporer, burnout adalah sindrom psikologis kronis multidimensional akibat kegagalan adaptasi terhadap stresor tempat kerja berkepanjangan.

Rumus Komposit Burnout Risk Index (BRI)

BRI (%) = [ (EE / EE_max) + (DP / DP_max) + (1 - (PA / PA_max)) ] / 3 × 100%

Di mana EE adalah Kelelahan Emosional, DP adalah Depersonalisasi/Sinisme, dan PA adalah Efikasi/Pencapaian Pribadi. Karena nilai PA berbanding terbalik dengan keparahan burnout, maka dalam formula komposit digunakan nilai komplemen (1 - PA / PA_max).

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ) Seputar Burnout & Faktor Psikososial K3

Apa dasar hukum penilaian risiko burnout dan faktor psikososial kerja di Indonesia?
Penilaian faktor psikososial diatur secara eksplisit dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, khususnya Pasal 23 dan Pasal 24. Regulasi ini mewajibkan pengurus tempat kerja melakukan pengukuran dan pengendalian terhadap 5 potensi bahaya psikososial: ketidakjelasan peran, konflik peran, beban kerja berlebih, ketidakpastian karir, dan hubungan interpersonal yang buruk.
Apa perbedaan mendasar antara stres kerja biasa dan sindrom burnout menurut Maslach?
Stres kerja umumnya ditandai oleh keterlibatan berlebihan (over-engagement), respon emosional yang reaktif, dan kelelahan fisik sementara yang dapat pulih setelah istirahat singkat. Sebaliknya, sindrom burnout (menurut Christina Maslach & Susan Jackson) adalah kondisi deplesi kronis yang ditandai oleh tiga serangkai: kelelahan emosional mendalam (emotional exhaustion), sikap sinis dan menjaga jarak dari pekerjaan (depersonalization/cynicism), serta hilangnya rasa kompetensi dan kebermaknaan diri (reduced personal accomplishment) yang tidak hilang hanya dengan tidur semalam.
Mengapa subskala Pencapaian Pribadi (Personal Accomplishment) memiliki interpretasi terbalik?
Dalam instrumen Maslach Burnout Inventory (MBI), subskala Pencapaian Pribadi (Personal Accomplishment / Professional Efficacy) mengukur rasa percaya diri, kompetensi, dan kepuasan atas hasil kerja. Oleh karena itu, skor yang tinggi pada dimensi ini mencerminkan daya tahan (resiliensi) dan efikasi positif, sedangkan skor yang RENDAH mengindikasikan penurunan efisiensi diri yang memperburuk sindrom burnout.
Bagaimana privasi dan kerahasiaan data karyawan dijaga saat mengisi kuesioner ini?
Kalkulator ini dibangun dengan arsitektur 100% Privacy-First Client-Side. Seluruh proses pembobotan skor Likert, perhitungan persentase indeks, dan visualisasi grafik diproses langsung di dalam browser pengguna (JavaScript murni). Tidak ada data nama, divisi, maupun jawaban kuesioner yang dikirimkan atau disimpan ke dalam database server mana pun.
Apa tindakan korektif hierarki K3 yang wajib diambil jika skor karyawan masuk Zona Merah (Kritis)?
Sesuai hierarki pengendalian K3 Permenaker 5/2018, manajemen fasilitas wajib melakukan tindakan komprehensif: (1) Eliminasi: menghentikan jadwal lembur ekstrem melebihi batas 4 jam/hari atau 18 jam/minggu sesuai UU Ketenagakerjaan; (2) Rekayasa Organisasi: mendistribusikan ulang target produksi dan menerapkan kebijakan Right to Disconnect di luar jam kerja; (3) Administratif: pemberian cuti pemulihan berbayar dan rotasi tugas ke lini bertekanan lebih rendah; (4) Kuratif: rujukan ke psikolog kerja atau program Employee Assistance Program (EAP) secara tertutup.
Apakah hasil asesmen kalkulator ini dapat dijadikan diagnosis klinis resmi?
Tidak. Alat ini berfungsi sebagai instrumen skrining awal (screening & surveillance tool) berbasis populasi kerja dalam kerangka program Higiene Industri dan Ergonomi K3. Jika hasil tes menunjukkan skor risiko tinggi atau kritis, karyawan sangat disarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis okupasi (Sp.Ok) atau psikolog klinis berlisensi.

πŸ”— Coba Juga Tools Lain

Tools ini cocok dipadukan dengan kalkulator lainnya:

πŸ“Š Kalkulator LTIFR & TRIR
Hitung frekuensi & keparahan insiden kerja
πŸ“‹ Kalkulator Matriks Risiko HIRADC
Penilaian risiko 5x5 ISO 31000
πŸ›‘οΈ Job Safety Analysis (JSA)
Analisis bahaya per langkah kerja
Iklan · Sponsor
πŸ• Terakhir diperbarui: 17 Oktober 2026 Β· Dibuat oleh dwik.web.id Β· Syarat & Ketentuan

πŸ”– Daftar Bacaan