Diagnostik Indeks Burnout MBI-9
Kondisi psikososial berada dalam zona aman. Beban kerja seimbang dengan tingkat pencapaian pribadi yang memadai.
Rincian Subskala Maslach
Tingkat keletihan fisik & emosional saat ini masih dalam batas normal.
Empati dan keterikatan positif terhadap pekerjaan masih terjaga baik.
*Skor tinggi melindungi pekerja dari dampak deplesi burnout.
π‘οΈ Rencana Tindakan Korektif & Preventif (CAPA) Sesuai Hierarki K3
Rekomendasi taktis berbasis Permenaker No. 5/2018 untuk menurunkan faktor risiko psikososial di tempat kerja:
Hapuskan Jam Kerja & Lembur Ekstrem
Batasi total lembur maksimal 4 jam per hari atau 18 jam per minggu sesuai UU Cipta Kerja No. 6/2023. Eliminasi target pekerjaan ganda yang saling bertolak belakang (role conflict) dan batalkan penugasan tanpa mandat jelas.
Redistribusi Beban & Ergonomi Kognitif (Right to Disconnect)
Ratakan kapasitas kerja melalui sistem manajemen tugas (Kanban/Sprint). Terapkan protokol Right to Disconnect (larangan mengirimkan pesan/tuntutan kerja di luar jam dinas normal untuk menjamin siklus pemulihan tidur).
Rotasi Shift Kerja & Hak Cuti Pemulihan Terjadwal
Terapkan rotasi shift maju (pagi → siang → malam) dengan jeda istirahat minimal 24 jam antar siklus shift malam. Wajibkan penggunaan hak cuti tahunan dan adakan briefing psikologis harian sebelum mulai kerja.
Konseling EAP (Employee Assistance Program) & Medis Okupasi
Sediakan akses konseling psikologis kerja profesional yang dirahasiakan (EAP). Rujuk pekerja dengan skor kelelahan kritis ke Dokter Spesialis Okupasi (Sp.Ok) untuk penanganan pemulihan klinis terarah.
Dasar Ilmiah & Formula Perhitungan Maslach Burnout Inventory (MBI)
Sindrom burnout pertama kali dikonseptualisasikan secara empiris oleh psikolog Christina Maslach dan Susan Jackson (1981). Berbeda dari sekadar kelelahan fisik temporer, burnout adalah sindrom psikologis kronis multidimensional akibat kegagalan adaptasi terhadap stresor tempat kerja berkepanjangan.
Rumus Komposit Burnout Risk Index (BRI)
Di mana EE adalah Kelelahan Emosional, DP adalah Depersonalisasi/Sinisme, dan PA adalah Efikasi/Pencapaian Pribadi. Karena nilai PA berbanding terbalik dengan keparahan burnout, maka dalam formula komposit digunakan nilai komplemen (1 - PA / PA_max).
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ) Seputar Burnout & Faktor Psikososial K3
Apa dasar hukum penilaian risiko burnout dan faktor psikososial kerja di Indonesia?
Apa perbedaan mendasar antara stres kerja biasa dan sindrom burnout menurut Maslach?
Mengapa subskala Pencapaian Pribadi (Personal Accomplishment) memiliki interpretasi terbalik?
Bagaimana privasi dan kerahasiaan data karyawan dijaga saat mengisi kuesioner ini?
Apa tindakan korektif hierarki K3 yang wajib diambil jika skor karyawan masuk Zona Merah (Kritis)?
Apakah hasil asesmen kalkulator ini dapat dijadikan diagnosis klinis resmi?
π Coba Juga Tools Lain
Tools ini cocok dipadukan dengan kalkulator lainnya: