Klik berikutnya untuk membaca poin-poin utama keselamatan kerja.
| Regulasi | Isi Relevan | ||| | UU 1/1970 Pasal 2 | Mencegah "gangguan kesehatan" — termasuk mental | | UU 13/2003 Pasal 86 | Hak pekerja atas keselamatan dan kesehatan kerja — fisik + mental | | Permenaker 5/2018 | K3 Lingkungan Kerja — termasuk faktor psikososial | | UU Kesehatan 17/2023 | Kesehatan jiwa sebagai bagian integral kesehatan | [!INFO] Fakta: WHO mengakui burnout sebagai occupational phenomenon di ICD11 sejak 2019. Ini bukan "perasaan capek biasa" — ini kondisi medis yang diakui secara internasional.
| Indikator | Contoh | Pelanggaran | |||| | Beban kerja berlebihan | Target tidak realistis, lembur setiap hari | UU 1/1970 + UU 13/2003 | | Pelecehan verbal | Diteriaki, direndahkan di depan umum | Bisa masuk pidana (KUHP) + pelanggaran K3 | | Jam kerja tidak manusiawi | Meeting jam 10 malam, deadline dadakan tiap hari | PP 35/2021 tentang waktu kerja | | Pengabaian kesehatan | Tidak ada cuti sakit mental, mengabaikan keluhan burnout | Permenaker 5/2018 | Di perusahaan training, saya pernah usulkan "mental health day" — 1 hari cuti per 6 bulan khusus untuk kesehatan mental. Awalnya ditolak karena dianggap "tidak produktif.
Dokumentasikan. Catat kejadian: tanggal, jam, saksi, apa yang terjadi 2.
Budaya keselamatan kerja (safety culture) adalah fondasi utama dari seluruh sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri modern. Banyak perusahaan sering kali terjebak dalam pemenuhan administratif semata—seperti melengkapi dokumen audit atau sekadar memasang ramburambu peringatan keselamatan—namun mengabaikan perilaku nyata pekerja seharihari.
Baca panduan mendalam dan ulasan komprehensif di situs dwik.web.id.