Klik berikutnya untuk membaca strategi dan tips pengembangan karier.
Daniel Goleman mendefinisikan EQ dalam 5 komponen: | Komponen | Artinya | Contoh di Tempat Kerja | |||| | Selfawareness | Sadar akan emosi sendiri | Tahu kapan Anda mulai frustrasi sebelum meledak | | Selfregulation | Mengelola emosi | Menahan diri tidak balas email marahmarah | | Motivation | Dorongan internal | Tetap produktif meski tidak ada bonus | | Empathy | Memahami perasaan orang lain | Baca situasi: rekan kerja sedang stres, jangan tambahi beban | | Social skills | Membangun hubungan | Bisa negosiasi tanpa bikin orang lain tersinggung | [!INFO] Studi dari TalentSmart menemukan bahwa 90% top performer memiliki EQ tinggi. Dan yang lebih menarik: EQ menyumbang 58% kesuksesan di semua jenis pekerjaan.
Sadari Emosi Sendiri — Sebelum Emosi Mengendalikan Anda Ini fondasi EQ. Kalau Anda tidak tahu apa yang Anda rasakan, Anda tidak bisa mengelolanya.
Q: Apakah EQ bisa dilatih atau memang bawaan lahir? A: Bisa dilatih. Berbeda dengan IQ yang relatif stabil, EQ bisa ditingkatkan di usia berapa pun.
Komunikasi asertif adalah keahlian nonteknis (soft skill) yang sangat krusial untuk menjaga kelangsungan karier jangka panjang Anda di organisasi mana pun. Banyak pekerja sering kali terjebak dalam dua kutub komunikasi yang ekstrem: bersikap pasif (memilih diam meski tidak setuju karena takut konflik) atau agresif (menyerang ketika tertekan).
Baca panduan mendalam dan ulasan komprehensif di situs dwik.web.id.